Sabtu, 25 Desember 2010

Awal pengalaman hidup membiara Santa Faustina

Bagian III

Biara Kongregasi Bunda Maria Berbelas Kasih
Setelah mengalami banyak kali penolakan, akhirnya Helena sampai ke sebuah biara Suster-Suster Kongregasi Bunda Maria Berbelas Kasih di ibukota Warszawa, jalan Zytnia 3/9. Helena disambut oleh suster Margareta Gimbutt, kemudian Helena diserahkan kepada Muder Jenderal, suster Leonarda Cielecka, selain itu ia juga dipanggil untuk menghadap suster Mikhaela Moraczewska sebagai kepala biara sekaligus Muder Jenderal Kongregasi. Suster ini kemudian menyadari kepribadian yang baik,sederhana,jujur serta sikap simpatik yang ditunjukkan Helena.

Engkau ada di dalam hati-Ku
Setelah menghadap kepala biara, Helena pergi ke kapel untuk berdoa kepada Yesus di hadapan Sakramen Mahakudus. Ia memasuki kapel dengan penuh sukacita dan bertanya di depan Sakramen Mahakudus: "Tuan rumah ini, apakah Engkau menerima aku?" Ia mendengar jawaban-Nya dalam hatinya, "Aku menerima engkau, engkau ada di dalam hati-Ku."

Kembali bekerja
Suster Mikhaela senang atas kehadiran Helena, dan ia meminta Helena untuk kembali bekerja guna mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai berbagai keperluannya selama berada di biara. Helena kemudian menuruti nasihatnya dan kembali bekerja di rumah keluarga Lipszycowie dan setahun lamanya ia bekerja di sana. Nyonya Aldona Lipszycowie tidak mengerti mengapa Helena mau memasuki biara dan ia berniat mencarikan Helena seorang calon suami. Helena mengucapkan kaul kekal pada Hari Raya Tubuh dan Kristus pada tahun 1925 dalam usia 20 tahun.

Di sini Aku telah menyiapkan banyak rahmat bagi-Mu
Pada tanggal 1 Agustus 1925, untuk kedua kalinya Helena pergi untuk menghadap suster kepala di Warszawa tepat sehari menjelang Pesta Santa Maria Ratu Para Malaikat. Helena menuliskan dalam catatannya: "Aku merasa sangat bahagia, seolah-olah kumasuki hidup di firdaus."

Bagi Helena, memasuki kehidupan biara dan menyaksikan bagaimana sibuknya para suster sehingga kurang berdoa membuatnya sangat kaget. Tidak lama kemudian muncul pikiran dalam hati Helena untuk meninggalkan biara tersebut dan pergi ke biara kontemplatif yang lebih ketat serta menyediakan banyak waktu untuk berdoa.

Di dalam kebingungannya, ia rebah di kamarnya sambil memohon petunjuk Tuhan. Saat itu pula ia melihat wajah Yesus yang menderita dan menangis. "Siapa yang membuat Engkau begitu menderita?" tanya Helena. "Kamu, kalau kamu meninggalkan biara ini. Di sini Aku telah menyiapkan banyak rahmat bagimu!" jawab Yesus.

Jiwa-jiwa di dalam api penyucian
Tidak lama kemudian Helena mulai sakit-sakitan. Pemimpin biara mengirimnya ke Skolimow, sebuah rumah istirahat bagi para suster dekat Warszawa. Di sana untuk pertama kalinya Helena mendapatkan penampakan jiwa-jiwa yang berada di dalam api penyucian.

Setelah sembuh dari sakit, ia kembali ke Warszawa untuk memulai masa postulat, yaitu masa percobaan pertama di biara. Selama postulat, Helena membantu bekerja di dapur dan tugasnya adalah mencuci piring. Pada suatu hari ketika ia disuruh mencuci piring sehabis makan siang, ia tidak sempat menyelesaikan tugas pada waktunya karena hendak melayani seorang suster lain yang meminta pertolongannya. Sebagai hukuman, ia disuruh duduk di atas meja dan kepala dapur sendiri yang mencuci piring. Suster-suster yang lain heran melihat hal itu dan mereka memberikan komentar yang pedas, namun Helena diam saja.

Pakaian biara
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 23 Januari 1926, Helena berangkat ke rumah novisiat di Krakow untuk postulat lalu mengikuti retret serta menerima pakaian biara. Retret dipimpin oleh suster Margareta Gimbutt dan berakhir tanggal 30 April 1926. Setelah menerima pakaian biara, Helena mendapatkan nama baru, yaitu Suster Maria Faustina.

Para saksi upacara penerimaan pakaian biara ingat bahwa selama upacara itu, Faustina tiba-tiba menjadi lemah, pertama kalinya di kapel ketika menerima pakaian biara, kedua kalinya di ruang tamu ketika pakaian itu dikenakan kepadanya. Dalam catatannya, Faustina menulis bahwa ia tidak pingsan, melainkan panik dan tidak berdaya karena pada saat itu ia melihat penderitaan yang harus ditanggungnya sebagai biarawati. Selama masa novisiat tersebut Helena bekerja di dapur dan banyak berdoa, semua itu dijalaninya dengan penuh sukacita. (Riwayat Hidup Santa Faustina, Stefan Leaks)


Cobaan silih berganti menghampiri Faustina dan menyebabkannya memasuki suatu masa yang sangat sulit dalam kehidupan rohaninya, namun pada akhirnya ia dapat menemukan kembali semangat panggilan hidupnya berkat bimbingan seorang suster kepala yang baru. ikuti terus perjalanan hidup Santa Faustina di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

AddThis

Populer