Kamis, 30 Desember 2021

Mazmur 91 : 1-30

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN:

"Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."

Sungguh Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, dibawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya Ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang diwaktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu disebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Sebab TUHAN Ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu, mala petaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemah mu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Mereka akan menatang engkau diatas tangan-Nya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya. Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Kamis, 23 Desember 2021

Rencana Tuhan untuk sebuah bagian cerita kehidupan kita

Mungkin banyak orang yang semasa hidupnya pernah mengalami beberapa kejadian atau situasi yang sangat tidak menyenangkan pikiran serta perasaan, entah itu dalam linkungan tempat tinggal, keluarga,, dan tempat kerja.

Kaitannya dengan rencana Ilahi dalam menuntun kita bahkan keluarga kita agar bisa masuk ke dalam sebuah episode baru dalam sebuah cerita kehidupan memang benarlah adanya. Dikondisikan oleh-Nya memang sangat menuntut kesabaran dan iman yang teguh serta berusaha terus berpikir positif, bahwa Tuhan sedang merancang sesuatu yang baik buat kita namun diperlukan suatu cara yang rumit bahkan menyakitkan karena bisa saja lewat sakit di badan maupun perasaan.

Pengalaman hidup dari orang tua hingga kami yang telah berkeluarga dan berbagai cerita inspiratif orang-orang yang pernah mengalami kejadian atau bahasa saya "dikondisikan" sedemikian rupa kehidupan mereka adalah benar akan manis pada waktunya.

satu cerita baru tidal akan dimulai jika ada rasa enggan untuk meninggalkan cerita yang lama ; Bab II tidak akan dibuka apalagi dibaca hingga selesai dan paham isinya jika Bab I tidak kita selesaikan atau niat untuk meninggalkannya.

Dalam aspek kehidupan kita, ada banyak hal dalalm suatu waktu yang membuat kita tidak mau beranjak pergi, melupakan, dan mengihklaskan, mungkin karena rasa sayang, ataupun kita terlalu terikat dengan kemudahan, keindahan, serta kenyamanan suatu tempat dan jabatan.

Ada orang yang mengatakan bahwa hidup kita perlu ada pengorbanan untuk mendapatkan yang lain. Bukankah kita tidak boleh menginginkan semua hal baik datang bersamaan pada satu waktu, karena bisa jadi tak ada satu pun yang diperoleh.

Segalanya telah ditetapkan untuk terjadi dengan serangkaian cerita yang suka atau tidak harus dijalani.

Cerita kehidupan kami sekarang ini tidak akan pernah ada jika sekitar 16 tahun yang lalu, saya lebih pintar menentukan jalan hidup. Namun ternyata kisah hidup seperti sekarang ini yang seharusnya terjadi.

Jika dibilang menyesal, tentu Iya, namun direnungkan lebih dalam apa yang diputuskan 16an tahun yang lalu juga berkaitan dengan cerita orang lain, termasuk orang tua dan saudara hingga membentuk rangkaian kisah sampai saat ini. Jika saya memutuskan lain maka entah bagaimana ceritanya sekarang, namun kadang saya berusaha percaya dalam iman yang lemah bahwa cerita seperti saat inilah yang ditetapkan sebagai nasib.

prosesnya yang bisa saja membuat kita menyerah bahkan menggerutu kepada Tuhan.

Tuhan tidak senang dengan manusia yang mempersoalkan atau bertanya-jawab nasib kepada siapa pun juga manusia.

Nasib adalah urusan TUHAN, maka biarlah Dia melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Kita sebagai manusia mari lakukan apa yang menjadi bagian kita.

Rencana Tuhan dikatakan selalu indah pada saatnya, walau akan dibuat cukup menderita sebelumnya.

Perlu doa yang jujur dan sering dalam kerendahan hati, dan kerelaan untuk meninggakan serta melepaskan diri dari suatu hal.

Jumat, 17 Desember 2021

Gagal

Sebelum maupun di masa pandemi Corona saat ini masih banyak orang yang memberanikan diri untuk usaha sendiri dan.yang terbanyak untuk kota Pontianak serta Kubu Raya adalah usaha warung kopi, kafe, dan jualan makanan minuman mulai dari pakai gerobak hingga sewa ruko. Ada yang berjalan namun tak sedikit yang gagal hingga memilih tutup,.padahal sudah mengeluarkan banyak uang.

Pertanyaannya ; Apakah mereka yang gagal adalah orang-orang yang tidak membuat perencanaan dan tidak optimis?

rasanya tidak, mereka pasti sudah mencermati, mengamati dan ada kenyakinan bakal berjalan usahanya karena tidak mungkin mereka mau membuang uang secara sia-sia.

Sekarang bukan jamannya lagi berbagai tips anti gagal, karena yang buka perusahaan pun tak lepas dari kegagalan.

Yang ambil francise terkenal pun sama bisa gagal.

Ada banyak faktor di luar batas kemampuan kita untuk mengendalikan yang ikut berperan dalam hidup ini.

Masalahnya hanya pada percaya atau tidak..

AddThis

Populer