Tampilkan postingan dengan label Katekese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katekese. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2023

TUHAN Allah

Sadarkah kita bahwa Allah adalah Tuhan dan Ia baik kepada manusia.

Logikanya jika Ia tidak baik maka tidak ada manusia yang sanggup hidup lama di atas muka bumi ini.

Di dunia ini jika bersalah maka diproses hukum dan bisa divonis hukuman ringan sampai berat bahkan hukuman mati.

Allah tidaklah demikian karena Ia selalu memberi kita manusia kesempatan untuk berbenah yaitu bertobat dari jalan yang salah.

Makanya kalau Tuhan tidak baik tidak terhitung tiap hari berapa nyawa yang akan diambil-Nya, bukankah Ia yang memiliki kehidupan juga berhak mengambil kehidupan itu kapan Ia kehendaki.

Sabtu, 20 Februari 2021

Persekutuan Para Kudus

Gereja Katolik mengakui adanya para kudus atau Persekutuan Para Kudus dalam pengakuan iman kepercayaan atau doa aku percaya.

Para kudus dalam gereja Katolik dikenal dengan sebutan "santo" untuk pria dan "santa" bagi wanita.

Timbul pertanyaan, apakah gereja Katolik memiliki dasar Alkitabiah dalam memberikan pengakuan iman tersebut?

Jawabannya ada

Yudas 1:14
"Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas irang-orang fasik...."dstnya.

jadi jelas mengenai orang kudus dan masih dapat dibaca dalam Kitab Wahyu

Pengakuan tentang orang kudus adalah pengakuan iman sebagai satu kesatuan dengan pengakuan akan Tuhan Yesus dan kita tak bisa berdusta.

Kamis, 18 Februari 2021

Awal mula puasa dalam gereja Katolik

Dalam sejarah gereja Katolik perihal puasa dapat ditemukan dalam beberapa kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 

Hari ini tanggal 17 Pebruari 2021 adalah hari Rabu Abu bagi gereja Katolik Roma khususnya sedangkan untuk Ortodoks dan lainnya, penulis tidak memiliki info.

Dari Rabu Abu sampai Minggu Paskah ada 40 hari lamanya.

Pada Rabu Abu umat akan menerima abu di kening yang menandakan dimulainya masa puasa dan pantang yang artinya umat diajak untuk bertobat dan.berdoa.

A.Sejarah dalam Perjanjian Lama
1.Musa
Pada saat Musa menerima 2 buah loh batu yang baru di gunung Sinai, di atas gunung Sinai Musa bertemu dan bersama dengan Allah selama 40 hari 40 malam tanpa makan dan minum (Kel 34:28), memang dalam Kitab Keluaran Bab 34 ayat 28 tidak dikatakan bahwa Musa berpuasa, namun jika berpuasa selalu diartikan sebagai tindakan tidak mamin (makan minum) maka jelas apa yang terjadi pada Musa waktu itu adalah puasa; ini dikatakan sebagai puasa yang sebelum Musa memang tidak ada istilah puasa.
Apa yang terjadi pada Musa adalah keadaan yang dikondisikan oleh Allah tentunya dan ini yang membedakan dengan puasa-puasa oleh bangsa Israel berikutnya baik oleh raja maupun nabi dalam masa Perjanjian Lama.
40 hari 40 malam bersama Allah hanya terjadi pada Musa sebagai nabi dan satu-satunya manusia yang bisa memperoleh kesempatan luar biasa seperti itu dengan keadaan sadar dan masih hidup, Musa naik ke Sinai bertemu Allah dengan tubuh manusia seperti manusia bertemu manusia.


Kesimpulannya Musa dikatakan berpuasa karena memang tidak mungkin bagi dia untuk mamin di hadapan Allah Sang Pencipta...seandainya ada manusia jaman now yang mengalami hal kebersamaan seperti itu pun pasti tidak perlu mamin 😁 dijamin 100% tak merasa lapar dan haus.

2.Harun
Harun adalah Imam pertama bangsa Israel semasa perjalanan mereka di padang gurun setelah keluar dari Mesir.
Allah berfirman kepada Musa untuk memerintahkan segenap bangsa Israel agar berpuasa pada setiap tanggal 10 bulan ke-7 turun-temurun, dan Harun beserta seluruh bangsa Israel melaksanakannya sebagai hari raya Pendamaian (Im 16:29-31), pada hari yang dikhususkan itu orang Israel dan orang asing yang ada di tengah bangsa itu dilarang melakukan suatu pekerjaan karena hari itu ditepakan menjadi sabat atau hari perhentiaan penuh. 

Puasa ini dapat dikatakan sebagai puasa perdana bangsa Israel atas perintah Allah selama mereka mengembara di padang gurun menuju tanah terjanji selama 40 tahun.

Kitab Bilangan Bab 30 ayat 12 juga mengisahkan bagaimana Musa memberitahukan kepada bangsa Israel perihal puasa seorang isteri untuk sebuah nazar.

Puasa atas inisiatip sendiri
Dalam kitab Perjanjian Lama juga banyak ditulis bentuk puasa yang dilakukan atas perintah Raja,isteri raja,dan Ratu sebagai inisiatip sendiri untuk kepentingan bersama bangsa Israel maupun kepentingan pribadi.

Ada juga cara berpuasa yang difirmankan oleh Allah kepada nabi Yesaya tentang kesalehan yang palsu dan yang sejati (Yes 58:1-12).

Jadi puasa dalam Perjanjian Lama dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.Puasa yang diperintahkan atau dikehendaki Allah
2.Puasa yang dilakukan atas inisiatip pribadi untuk tujuan bersama maupun pribadi.

Total 19 Kitab Perjanjian Lama yang membahas puasa baik perintah maupun pelaksanaannya.

B.Sejarah dalam Perjanjian Baru
Masa Perjanjian Baru bukan berarti yang lama dibuang begitu saja karena Yesus pun berpuasa 40 hari 40 malam, sama seperti yang terjadi pada Musa.

Yesus pun masih mengajarkan kepada bangsa-Nya sikap benar bagaimana harus berpuasa (Mat 6:16-18, 9:14-17) (Mar 2:18-22) (Luk 5:33-39) dan manfaat atau tujuan berpuasa (Mat 17:14-21).

Para rasul pun masih berpuasa bahkan setelah Pentakosta (Kis 13:2-3, 14:23, 27:9) dan (2 Kor 6:5, 11:27).

Perihal "abu" dapat dibaca pada Kitab Ester 4:3 tentang beralaskan abu untuk tidur.
Daniel 9:3 juga menceritakan bagaimana nabi Daniel mengenakan abu dan berpuasa.
Yunus 3:5 menceritakan Yunus yang adalah seorang nabi mengajak orang Niniwe untuk berpuasa dan mengenakan abu.

Abu ada simbol ketulusan,penyerahan diri seutuhnya dan kerendahan hati di hadapan Allah sebagai tanda pertobatan. Sehingga umat sudah tahu harus bagaimana jika abu sudah menempel di keningnya; sembari mengingatkan kita manusia hanyalah debu tanah yang dihembuskan nafas hidup oleh Allah pencipta.

Selama masa prapaskah semua umat Katolik diajak bercermin diri apa yang belum pantas khususnya "ke-egoisan" diri yang berlebihan,fitnah,kerakusan,dan banyak sifat jelek yang belum bisa diterima orang banyak walaupu sesama teman maupun keluarga dianggap wajar; hal tersebut menjadikan kita lupa diri dan akan selalu merasa Benar dan orang lain harus menerima.

Dari masa Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, begitu juga sekarang ini selalu diserukan manusia harus membuang sikap ingat diri sendiri tak wajar namun manusia adalah makhluk paling beruntung karena kasih Allah tak pernah habis.😀

Puasa bukan lagi urusan tidak makan tidak minum, namun kejahatan hati lah yang merusak. karena makan tak makan minum tak minum adalah urusan kita, Allah maunya kita peduli dengan orang sekitar kita, bagaimana kita sebagai personal maupun keluarga bisa rela bersikap membangun dan bukan mencela apalagi menjatuhkan semangat orang yang memang tidak seberuntung kita hidupnya. Itulah puasa yang sebenarnya dalam ajaran gereja Katolik (Yesaya 58:1-12), maka dikatakan "Aksi Puasa Pembangunan", membangun sikap kasih dalam keluarga dan sesama manusia adalah sikap yang harus diperjuangkan terus-menerus bukan sekedar kata namun tidakan nyata.

contoh paling nyata adalah sikap egois jika bersalah malu mengakui kesalahan justru sebaliknya semakin.memojokkan orang lain yang dianggapnya bisa dijadikan sebagai kambing hitam demi rasa puas diri.

Rabu Abu adalah sebuah tradisi yang tetap dipelihara dan dijalankan oleh gereja Katolik.

Demikian sedikit infonya...salam damai😊

Rabu, 14 September 2011

Sepuluh Perintah Allah

Sepuluh Perintah Allah atau Ten Commandments dalam bahasa Inggris, bahasa Latinnya Dekalog (δέκα λόγοι) merupakan sepuluh perintah yang diberikan Allah kepada bangsa Israel melalui perantaraan nabi Musa di atas gunung Sinai dalam bentuk 2 (dua) buah loh batu. Dalam kitab Keluaran 20:2-17 dapat dibaca demikian bunyi firman Allah; Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 

"Akulah Tuhan, Allah-Mu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 

Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.


Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."


Secara singkat dari Sepuluh Perintah Allah dapat diurutkan sebagai berikut:

  1. Jangan memuja berhala. Berbaktilah kepadaku saja dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
  2. Jangan menyebut nama Allah Tuhanmu tidak dengan hormat.
  3. Kuduskanlah hari Tuhan.
  4. Hormatilah ibu - bapamu.
  5. Jangan membunuh
  6. Jangan berbuat cabul
  7. Jangan mencuri
  8. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu manusia.
  9. Jangan ingin berbuat cabul
  10. Jangan ingin akan milik sesamamu manusia secara tidak adil.
Perintah I (pertama) hingga III (ketiga) mengatur tentang hubungan manusia kepada Allah, sedangkan perintah IV (keempat) hingga X (kesepuluh) mengatur tentang hubungan antara manusia dan manusia yang dimulai dari hubungan kepada orang tua dan hubungan kepada siapa saja sebagai sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan.

Minggu, 09 Januari 2011

Mengapa berdoa Rosario?


Rosario bagi umat Katolik tentu sudah tidak asing lagi karena doa Rosario biasanya pada bulan Mei dan Oktober banyak didoakan dalam gereja sekalipun pada hari-hari biasa sepanjang tahun dapat didoakan, yang penting ada kemauan. Doa Rosario bukanlah suatu bentuk doa penyembahan berhala, walaupun diketahui bahwa umat berdoa Rosario di depan patung Bunda Maria; seakan-akan kita menyembah patung. benarkah demikian?

Pandangan di atas tentu tidak benar. Gereja Katolik tidak pernah menyembah baik itu Rosario maupun patung Bunda Maria. Rosario hanya merupakan sarana untuk menghormati Bunda Maria sebagai Ibu Yesus dan Ibu orang-orang Kristen sebagai murid-murid Yesus. Doa Rosario sangat Alkitabiah, yang terdiri dari: 
  1. Doa Aku Percaya (Konsili Nicea 325)
  2. Doa Bapa Kami (Matius 6:9-13)
  3. Salam Maria (Lukas 1:28,42)
  4. Kemuliaan (rumusan iman kepercayaan tersingkat dan terpadat tentang Trinitas) 
Bagian pertama doa Rosario mengingatkan kita bagaimana malaikat Gabriel memberikan salam kepada Santa Perawan Maria yang terberkati: "Salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita" (Lukas 1:28). Bagian kedua sewaktu Bunda Maria masuk ke rumah Elisabet dan memberikan salam kepadanya, maka melonjaklah anak yang di dalam rahim Elisabet dan dia penuh dengan Roh Kudus sambil berkata: "Terpujilah buah tubuhmu (Yesus)" (Lukas 1:42). Sedangkan rumusan ketiga merupakan doa yang dirumuskan oleh Bapa Suci Gereja, dan sudah menjadi tradisi suci dan doa resmi Gereja Katolik, yang bunyinya: "Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin." (Katekismus Konsili Trente).

Doa-doa dalam Rosario bersumber pada Sabda Tuhan, yang disampaikan oleh Yesus (Bapa Kami), malaikat Gabriel, Elisabet, dan Bapa-bapa Gereja. Doa Rosario bukan merupakan sebuah rumusan doa hasil karangan seseorang yang suka dengan doa yang panjang-panjang. Doa Rosario terpusat pada Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia dan Putera Allah Yang Mahatinggi sehingga mengandung nilai-nilai keselamatan dan kemerdekaan umat manusia dari belenggu dosa.

Sebenarnya Rosario sudah didoakan oleh umat Kristen purba, walaupun masih dalam bentuk yang masih sangat sederhana. Manik-manik terbuat dari kerikil atau kerang tanpa untaian. Pada tahun 341 SM seorang rahib Mesir bernama Paulus menjadikan Rosario sebagai doa harian. Ia mempergunakan 300 butir kerang di pangkuannya sebagai pedoman pendarasan Rosario. Kerang dibuang setiap kali selesai mendaraskan satu doa (Alexander, Tradisi Suci Gereja, 2007). Tahun 659 SM di Nivelles, para arkeolog menemukan fragmen doa Rosario dan manik-manik dalam kubur Gertrude; seorang rahib wanita suci. Tahun 1040 Rosario yang terbuat dari manik-manik batu yang mahal berbentuk kaplet rosario yang utuh menjadi doa harian bagi Godiva. Dia mengalungkan rosarionya pada patung Bunda Maria dan sejak saat itu rosario semakin dikenal. Tahun 1200 para arkeolog menemukan fragmen doa rosario beserta manik-manik yang mirip dengan milik Gertrude di dalam makam St.Norbert dan St.Rosalia.

Kebenaran dalam doa Salam Maria, menurut St.Hieronimus, sebegitu agung, luhur dan mengagumkan, sehingga tidak ada manusia ataupun malaikat yang dapat memahami kedalaman doa ini. Sementara itu St.Thomas Aquinas memandang Bunda Maria sebagai yang paling bijaksana di antara para kudus dan yang paling kudus di antara para bijaksana. Kekudusan dan kebijaksanaan saling terkait. Dalam kebijaksanaan ini tampak ciri kesucian, cinta damai, sopan-santun, rela menerima nasihat, cinta akan kebaikan, penuh belas kasihan, dan menghasilkan buah-buah yang baik, tidak memihak,serta tidak munafik.Buah-buah kebenaran ditaburkan dalam damai bagi mereka yang membawa damai (Yak 3:17-18).

Rosario menjadi salah satu cara untuk merenungkan kehadiran, peran dan penyerahan diri Bunda Maria dalam proses penyelamatan umat manusia. Iman-kepercayaan, kesederhanaan hidup dan keterbukaan hati bagi penyelenggaraan ilahi tampak dalam seluruh diri Bunda Maria. Dia menjadi model bagi murid-murid Yesus dalam cara hidup, kerja dan pelayanan untuk menyatukan dan mendekatkan diri kepada Yesus. Maria hidup dekat dan menyatukan diri dengan Yesus hingga detik terakhir hidup-Nya. Maria tidak pernah jauh dari Yesus baik dalam suka maupun duka!. (Kita memiliki seorang penolong yang dari padanya boleh memohon perantaraannya kepada Yesus Kristus Tuhan kita; seperti pada saat pesta pernikahan di Kana).

Dengan berdoa Rosario, iman kita akan Yesus sebagai Juruselamat dapat dipupuk dan disuburkan. Peristiwa keselamatan yang dirintis oleh Yesus mendapat dukungan penuh dari Bunda Maria. Bunda Maria juga mendukung setiap langkah kita dalam menjalankan iman-kepercayaan. Bunda Maria, doakanlah kami. (Duta, Oktober 2009)

Tips: (tips ini dari Pastor tentunya karena admin bukan ahlinya)
Karena doa Rosario cukup panjang dan tidak boleh didoakan secara cepat-cepat (berdoa memang tidak boleh terburu-buru mau mengejar kereta) jadi perhatikan saat yang tepat, jangan pada saat menjelang tidur atau sudah larut malam karena nanti bukannya berdoa tetapi malam mengantuk, konsentrasi buyar, bahkan tertidur. (kecuali insomnia...hanya becanda)

Untuk membantu merenungkan kembali setiap peristiwa dalam doa Rosario dengan baik, bukalah Alkitab lalu baca ayat-ayat yang berhubungan dengan peristiwa yang akan kita doakan kemudian renungkan. Ini sangat membantu. Awalnya memang susah, lama kelamaan jika sudah terbiasa akan lebih gampang.

Berdoa plus membaca serta merenungkan kembali kisah hidup Yesus dan Bunda Maria memerlukan waktu sekitar 45 menit (+-).  


Senin, 03 Januari 2011

Mengapa Gereja Katolik menghormati Maria


Tinjauan Alkitab mengenai Bunda Maria
Gereja Katolik menempatkan Maria sebagai tokoh yang khusus di antara orang-orang kudus serta mendapatkan penghormatan yang istimewa. Penghormatan ini dilakukan karena Maria adalah Ibu dari Tuhan Yesus (Lukas 2:6-7), Maria mengandung bukan dari Yusuf tetapi dari Roh Kudus (Matius 1:18-25), Maria adalah orang yang penuh rahmat (Lukas 1:28-30), Maria sangat setia kepada Allah (Lukas 1:38) dan Maria sangat istimewa dalam kehidupan Yesus (Yoh 19:27).

Dengan demikian, Maria menjadi teladan bagi umat Katolik. Umat Katolik juga percaya bahwa Maria pada akhir hidupnya telah diangkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan jiwa dan raga. Sebelum wafat di salib, Tuhan Yesus mengatakan kepada murid kesayangan-Nya sekaligus mengingatkan kepada seluruh umat Kristiani; "inilah ibumu." (Yoh 19:27).

Mei dan Oktober sebagai bulan Maria
Berdasarkan tradisi Gereja, bulan Mei dan Oktober dikhususkan untuk menghormati Bunda Maria dengan berdoa rosario setiap hari. Tradisi ini rupanya sudah ada sejak abad pertengahan, yang mana pada waktu itu orang-orang kafir di Italia dan Jerman sudah mempunyai kebiasaan untuk menghormati dewa-dewi setiap bulan Mei. Ketika mereka menjadi orang Kristen, kebiasaan tersebut tetap dilanjutkan dengan mengganti dewa-dewi menjadi Bunda Maria.

Dalam perkembangannya, Paus Paulus VI (1962-1978) pada tanggal 1 Mei 1965 dengan Ensiklik Marialis Cultus, menegaskan bahwa penghormatan kepada Bunda Maria pada bulan Mei merupakan kebiasaan yang amat bernilai.

Sejarah Perkembangan Penghormatan Kepada Bunda Maria
Pada abad-abad pertama, Maria belum dihormati seperti sekarang ini, dan hanya orang-orang kuduslah yang dihormati karena berkaitan dengan para martir dan rasul yang mengikuti Yesus dalam kematian-Nya. Tetapi dengan merenungkan peran Yesus sebagai Adam baru (Roma 5:12-21), sejak abad II, Maria dipandang sebagai Hawa baru yang ikut membawa keselamatan kepada dunia karena ketaatannya kepada Allah. Hawa yang pertama ditipu oleh ucapan malaikat yang jahat sehingga ia tidak taat kepada Allah dan membawa kematian.

Maria sebagai Hawa baru, perawan yang setia memperhatikan perkataan malaikat Tuhan dengan baik dan karenanya melahirkan sumber kehidupan bagi dunia dengan persetujuannya pada saat Maria menjawab: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38).

Pada jaman Santo Hieronimus dirumuskan: "kematian melalui hawa dan kehidupan melalui Maria." Mulai abad ke-5 dirayakanlah beberapa pesta Santa Maria, dan pada abad ke-6 di gereja-gereja Timur, lagu dan puji-pujian mulai disusun dan gambar Maria dilukis. Sejak abad ke-14, para teolog, sastrawan, seniman, dan seluruh umat berlomba memuji Maria dan mengharapkan pertolongannya, sehingga banyak muncul berbagai bentuk doa atau devosi kepada Bunda Maria, seperti: rosario, doa Angelus Dei, dan ziarah. Kadang-kadang bentuk penghormatan yang diberikan melampaui batas yang sehat dan rumusan pujian lebih puitis daripada teologis.

Devosi kepada Bunda Maria
Devosi kepada Bunda Maria dibela oleh Konsili Nicea II (787) yang mengijinkan gambaran / patung boleh dijadikan sebagai sarana untuk menghormati dia yang digambarkan. Dasar teologis yang sehat untuk penghormatan kepada Maria, adalah Konsili Vatikan II (G 52-69) dan surat Apostolic Marialis Cultus (1974): "Memohon sesuatu dengan perantaraan seseorang apalagi yang kudus khususnya Maria berdasarkan iman Kristiani bahwa mereka yang kini sudah hidup bersama Kristus dalam kemuliaannya, ikut mendukung karya Kristus di bumi ini."

Salah satu pokok devosi kepada Bunda Maria adalah tidak boleh disembah atau dihormati seperti Kristus dan Allah yang disembah. Sebab Maria juga manusia yang ditebus oleh Kristus sejak saat ia masih dikandung ibunya. Jika memasuki gereja Katolik khususnya yang ada di Indonesia, sudah tidak aneh lagi jika pada satu kesempatan, kita dapat menjumpai umat yang sangat menghormati patung Bunda Maria, memang agak aneh, tetapi itu merupakan sebuah kebiasaan yang dilakukannya pada saat sebelum menerima Yesus di dalam kehidupannya dan ini tentunya tidak terlepas dari kultur umat itu sendiri.

Maria meninggal atau diangkat ke surga?
Terdapat banyak berita kuno mengenai Maria apakah meninggal atau diangkat ke surga? Ada yang mengatakan bahwa Maria ikut rasul Yohanes dan meninggal dalam suatu tempat di dekat Efesus. Anna Katharina Emmerik (1772-1824) di Jerman dala suatu penglihatan, melihat puing rumah Yohanes di Efesus, Turki. Tempatnya pada suatu bukit 3 jam perjalanan. Penggalian di tempat itu pada tahun 1891 menemukan pondasi rumah abad I yang pada abad VI sudah diubah menjadi kapel Maria. Tempat itu dihormati orang Kristen dan Muslim. Berita kuno lainnya menguatkan tradisi bahwa Maria meninggal di Yerusalem dekat kebun zaitun dan dimakamkan di sana. Namun, menurut legenda, semua rasul berkumpul di kamar Maria waktu ia meninggal (peristiwa ini diterapkan oleh Santa Brigita dengan membuat tasbih santa Brigita).

Santa Brigita (1300-1373) adalah wanita suci dari Swedia. Salah satu dari delapan anaknya adalah santa Katarina. Tasbihnya terdiri dari 63 butir atau 63 kali salam Maria. Mengapa 63 kali? Menurut cerita, Maria meninggal pada usia 63 tahun dan melihat pengangkatannya ke surga (sebagai dogma ke-4 Gereja) dan diimani oleh semua umat Katolik, bahkan menjadi peristiwa mulia ke-4 dalam doa rosario).

Tidak dikatakan bahwa Maria tidak meninggal, tetapi jelas bahwa tubuh Maria tidak membusuk. Isi dogma ini tidak terdapat secara eksplisit dalam kitab suci. Gereja di bawah bimbingan Roh Kudus yakin bahwa janji mengenai kebangkitan badan semua orang beriman dan persatuan mereka dengan Sang Penyelamat yang bangkit sudah dipenuhi bagi Bunda Kristus yang melahirkan-Nya sebagai manusia dan merupakan murid-Nya yang setia sampai akhir. (Duta, Oktober 2009)

AddThis

Populer