Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2021

STIM Shanti Bhuana Bengkayang

"Ini hanyalah sebuah tulisan dari pendapat pribadi, tanpa bermaksud mendukung yang satu atau sebaliknya mendiskreditkan yang lain, jadi mohon maaf sebelumnya."

STIM Shanti Bhuana Bengkayang adalah sebuah institusi pendidikan baru di Kalimantan Barat jenjang Strata 1 (S1) dengan 4 prodi yaitu : S1 Manajemen, Kewirausahaan, Teknologi Informasi,dan PGSD.
Kampus STIM Shanti Buana, gambar milik STIM

Kata "Shanti Bhuana" mungkin dapat diartikan sebagai bumi damai, memang nama yang asing dan mungkin agak ke-Hinduan atau Budha. STIM ini masih di bawah pengelolaan para biarawan dan biarawati CSE (Carmelitae Sancti Eliae). Lokasi perguruan tinggi ini letaknya di desa Sebopet di Kabupaten Bengkayang dengan mengakses jalan poros Bengkayang - Ngabang sehingga dapat dituju dari arah Singkawang maupun arah dari Kabupaten Landak.

Penulis sangat tertarik dengan PT ini karena letaknya yang di desa dan sangat jauh dari kota Kabupaten apalagi dari kota Pontianak, mengapa memilih mendirikan sebuah institusi pendidikan kesarjanaan di tempat yang sunyi di desa ketimbang ikut-ikutan mendirikannya di kota Pontianak? 
Banyak sekali anak muda dari desa atau Kabupaten/Kota yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Pontianak mulai dari PTN hingga PTS, mulai dari yang favorit hingga yang tidak terkenal.

Sebenarnya urusan menuntut ilmu tidak harus mencari yang favorit apalagi mahal dan harus sampai ke luar negeri (ini hak kekayaan masing-masing), karena belum tentu sekolah mahal dan jauh akan memberikan manfaat yang sebanding. Dari desa tidak harus ramai-ramai ke kota karena sekolah ke kota pun masih harus ngekost, bawa motor dan biaya hidup lainnya, padahal belum orang tua di kampung hidup lebih nyaman. Di kampung masih harus jalan kaki berkilometer bahkan masuk-keluar hutan hanya untuk mencari makan jadi boro-boro mau bawa motor apalagi nenteng laptop pegang Hp android, ujung-ujung malah berulah dan menimbulkan malu dan masalah.

STIM Shanti Bhuana jangan dipandang sebelah mata karena bagaimanapun juga mereka akan mengupayakan kualitas pendidikan yang pastinya tidak akan kalah dibandingkan salah satu PTS bergedung tertinggi di Pontianak. Ingat mutu pendidikan sangat bergantung kepada kemampuan peserta didik untuk menyerap apa yang diperolehnya karena impor dosen dari luar negeri pun kalau mahasiswanya sudah mentok speknya mirip Hp ya tidak bakalan berhasil juga.

Kuliah di pelosok seperti STIM ini memudahkan sekaligus meringankan beban orang tua apalagi yang berasal dari kampung, karena kemungkinan mahasiswa tinggal di asrama sehingga tidak perlu minta dibelikan motor, uang makan 3 kali sehari, uang jajan,uang kuota,pulsa,bedak dan lain-lain belum lagi nongkrong di kafe. Akan lebih aman bukan? jadi yang dari desa tak perlu lah ke kota buat sekolah supaya bisa cerita ke kawan di kampung "kampus ku keren ada lift paling tinggi da. terkenal se kota Pontianak!" 
Sebaliknya akan lebih baik jika anak muda kota kuluah ke desa sehingga boleh cerita ke keluarga dan kawan di kota bagaimana suasana desa yang sunyi namun sejuk udaranya dan jauh dari polusi hemat ongkos BBM dan banyak biaya jika ada di kota..siapa tahu membantu meyakinkan orang kota tak perlu takut ke desa apalagi desanya di Kalimantan yang hutannya masih lumayan ada lahh.

bukan iklan lho

Sudah saatnya dilakukan pembangunan ke desa khususnya pendidikan tinggi yang bermutu namun terjangkau bagi semua lapisan masyarakat selain itu boleh membantu mengurangi beban orang tua sekaligus beban mental sang anak jika kuliah ke kota, karena jika berada di kota, maka banyak sekali ingin ini itu dan godaan ini itu hingga dapat menjerumuskan moral.

Sekolah dari jenjang terendah hingga perguruan tinggi diharapkan mampu membangun karakter yang baik aebagai generasi penerus dengan kemampuan penguasaan bidang ilmu tertentu atau spesialis dari yang generalis. 

Bukan saatnya kita berlomba melabeli apalagi demi menjaga polularitas dan gengsi.

Selamat kepada STIM Shanti Bhuana semoga boleh menjadi pioner bagi PTS lain yang bernaung di bawah gereja Katolik untuk berani membangun pendidikan namun tidak melulu di kota.


Kamis, 21 Mei 2020

KalBar punya pabrik gula (sebuah mimpi)

Kalimantan Barat hingga sekarang ini belum memiliki pabrik gula sebagai industri hilir dari perkebunan tebu itu sendiri, yang mana tanaman tebu dapat tumbuh dengan subur di banyak daerah mulai dari perkotaan hingga pelosok desa, hal ini disebabkan tanaman tebu secara turun-temurun telah dijadikan sebagai tanaman yang dapat langsung dikonsumsi maupun dibuatkan es sari tebu karena rasanya yang manis. 

Tanaman ini termasuk ke dalam jenis rumput-rumputan yang batangnya diolah menjadi gula serta vetsin. Tebu dapat ditanam mulai dari pekarangan rumah, kebun hingga perkebunan perusahaan. Karena tumbuhnya berumpun mirip bambu, maka tebu tidak memakan lahan yang luas dalam budidayanya sehingga masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat menanamnya seperti banyak dijumpai di beberapa wilayah di kota Pontianak dan Kubu Raya serta daerah lainnya di KalBar.

Kalimantan Barat memiliki lahan yang sangat luas dengan pemanfaatan pada tanaman kelapa sawit yang sangat dominan dan terkesan meng-alih-fungsikan hutan termasuk juga lahan gambut. Pada era 1970an hingga 1990an pemanfaatan hutan sebagai tanaman produksi memang menimbulkan gundulnya hutan tidak terkecuali hutan-hutan lindung. 

Pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit pun turut menimbulkan eksplorasi hutan secara meluas dari bamyaknya ijin yang telah dikeluarkan pemerintah provinsi namun terkesan asal-asalan karena hingga kini masih banyak masyarakat di sekitar wilayah perkebunan kelapa sawit yang hidupnya belum sejahtera. Program kemitraan yang dibuat pemerintah dengan melibatkan investor baik lokal, nasional maupun asing belum semuanya memberikan dampak positif kepada masyarakat, kemudian malah menimbulkan banyak persoalan di lapangan dan sudah banyak perkebunan yang akhirnya terbengkalai dan tidak lagi diurus. 

Pemerintah daerah seharusnya mampu menarik investor baru untuk mengolah kembali lahan perkebunan kelapa sawit yang ditelantarkan untuk dijadikan perkebunan tebu dengan pabriknya, karena kalau hanya memiliki kebun tanpa pabrik tidak ada nilai tambahnya. 

Saat kondisi pasar membutuhkan pasokan gula yang lebih banyak seperti pada hari raya keagamaan akan sangat membantu sehingga tidak perlu menunggu kiriman dari pulau Jawa dan Sumatera lagi. Tidak menutup kemungkinan ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei dapat dilakukan sehingga menyumbang pendapatan daerah dan pusat serta yang terpenting adalah benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang mandiri. Sumbangan pendapatan dari kota tidak selalu menjanjikan, memang kota sebagai pusat perdagangan, namun perlu didukung daerah hilir sebagai penyedia berbagai bahan baku.

Beras premium pun masih didatangkan dari pabrik beras di pulau Jawa, jadi timbul pertanyaan dengan teknologi pertanian yang sudah semaju sekarang ini, akankah padi yang menjadi beras premium tidak dapat tumbuh di iklim seperti Kalimantan Barat ini. Keseriusan adalah kata kunci jadi bukan SDA, SDM, maupun listrik karena PLN sini sudah mampu menyediakan fasilitas listrik premium.😁

Minggu, 15 Januari 2017

Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani Tahun 2017

Salam damai,

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Nanti tepatnya mulai tanggal 18 Januari sampai dengan 25 Januari 2017 akan diselenggarakan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani atau dalam bahasa Inggris "The Week of Prayer for Cristian Unity" yang mana tema pada tahun 2017 ini adalah "Reconciliation - The Love of Christ Compels Us" (2 Corinthians 5:14-20) ; tema berdasarkan Surat Paulus yang kedua kepada jemaat di Korintus yang berbunyi demikian : 

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Sumber www.vatican.va
***

Menurut admin apa yang dapat kita harapkan bersama dari pekan doa sedunia tahun 2017 adalah kita sebagai orang Kristen diajak kembali untuk refleksi diri dengan inti berdamai dengan Allah dan kepada sesama, selain itu perlu diresapi dan diterapkan dalam kehidupan kita bahwa di dunia ini kita hidup berdampingan dengan banyak orang mulai dari warna kulit, bahasa, sosial dan ekonomi, ini sebuah anugrah Ilahi yaitu warna-warni kehidupan. Yesus pasti mau agar kita sebagai pengikutnya tidak egois atau hidup hanya bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang dianggap pantas. Masa lalu seseorang dapat menjadi sebuah "batu sandungan" atau "bayang-bayang kelam" yang selalu diingat, karena manusia selalu menghindari membantu sesamanya hanya karena masa lalunya; padahal semua orang punya masa lalu?!

Yesus pernah berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7b)

Mari kita semua jangan menilai seseorang dari luarnya karena yang terpenting niat dan hati. Kalau wajah jelek seperti admin paling susah dapat kerja bagus mana wajah hitam mirip Tionghua pun tidak, begitu orang lihat pikirannya sudah negatif, jangan-jangan penjahat. Sekian share dari admin.

Senin, 09 Januari 2017

Sundial dalam Kitab Perjanjian Lama

Salam damai dan selamat tahun baru 2017
Senin, 9 Januari 2017

Saudara-saudari dan teman-teman sekalian sudah lama admin tidak menulis di blog, kali ini admin mau share sedikit saja mengenai jam bayangan matahari atau dalam bahasa Inggris disebut Sundial.

Ternyata di dalam kitab Nabi Yesaya sudah ada dijelaskan sedikit tentang keberadaan jam bayangan matahari, begini kutipannya: Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari Tuhan, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya. Maka pada penunjuk matahari itu matahari pun mundurlah ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya. (Yesaya 38:7-8)

Ahas adalah seorang raja yang pernah memerintah Yerusalem sewaktu dia masih berumur 20 tahun, berikut kutipannya: Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. (2 Tawarikh 28:1)

Demikian share admin kali ini semoga bermanfaat menambah pengetahuan kita.

Minggu, 06 Desember 2015

Extraordinary Jubilee of Mercy

Extraordinary Jubilee of Mercy atau Tahun Yubileum Agung Kerahiman Ilahi

Tahun Yubileum Agung ini akan dimulai pada tanggal 8 Desember 2015 bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda (Feast of the Immaculate Conception) dan ditutup pada tanggal 20 November 2016 yang merupakan hari raya Kristus Raja (Feast of Christ the King).
Pada periode yang penuh rahmat pengampunan tersebut, maka seluruh pintu gereja Katedral di seluruh dunia akan dibuka pada hari Minggu tanggal 13 Desember 2015 (Adven Minggu II) sebagai pintu memasuki kerahiman Ilahi serta diikuti pembukaan pintu-pintu gereja bersejarah yang nantinya akan menjadi tempat ziarah atau sarana umat mendapatkan indulgensi dalam kurun waktu sekitar 336 hari. Pada kesempatan ini Paus Fransiskus juga meminta kepada para Pastor untuk memberikan pengampunan bagi orang-orang yang melakukan aborsi. 

Sabtu, 26 September 2015

Pujian pada-Mu Tuhan

Kekayaan alam di bumi merupakan anugerah yang sangat luar biasa dari Allah yang adalah Tuhan semesta langit dan bumi, namun tidak akan diperbaharui lagi karena mengingat segala ketamakan manusia dalam mengeksplorasi segala sumber daya alam tanpa rasa KASIH seakan-akan dialah sang penguasa dan semua hewan serta tumbuh-tumbuhan harus disingkirkan demi memperkaya diri dan orang-orang di sekitarnya yang memiliki andil.


Pembukaan usaha perkebunan yang direncanakan oleh penguasa/pemerintah tak lagi memperhatikan aspek kelangsungan hidup manusia di waktu yang akan datang dengan memberikan ijin secara mudah atas dasar upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta pendapatan pejabat tertentu tak lupa tentunya.

HUTAN alami memberikan manfaat yang luar biasa untuk keseimbangan alam ini dalam kaitannya dengan perubahan cuaca dan suhu permukaan bumi yang tiap tahun selalu meningkat, sehingga sangat berbeda dengan hutan tanaman monokultur seperti perkebunan karena hewan-hewan tidak akan senang tinggal di dalamnya dan kesulitan mendapatkan sumber makanan dan kalau pun sampai mereka mau hidup di dalamnya tentu akan dianggap sebagai HAMA bagi perusahaan. Hutan harus dijaga dan dilestarikan agar generasi-generasi penerus dapat mendiami BUMI dengan nyaman karena tidak ada lagi bumi-bumi maupun planet lain di system tata surya yang dapat senyaman dan sedemikian kayanya untuk dijadikan tempat tinggal seluruh makhluk hidup. PERCAYALAH karena TUHAN hanya menciptakan 1 (satu) ini saja sebagai RUMAH kita.

Seandainya ada pun hanya segelintir orang saja yang dapat terbang ke sana naik pesawat luar angkasa, sedangkan kita-kita ini orang kecil mau ke mana? MARI buka pikiran dan wawasan guna ciptakan KESADARAN arti pentingnya LINGKUNGAN HIDUP BUMI HIJAU sebagai WARISAN bagi semua bukan BARANG HABIS PAKAI.

MANUSIA pada dasarnya adalah kecil jika mau dibandingkan dengan ALAM ini, karena berbagai peristiwa alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan berbagai bencana alam lainnya yang disebabkan oleh manusia, maka yang akan menjadi korban adalah manusia itu sendiri. Di Kalimantan Barat pada periode 1970-an hingga 1990-an sebelum krisis moneter melanda Indonesia, industris di bidang perkayuan masih mendominasi dan herannya pada saat itu tidak pernah terjadi masalah kabut asap seperti sekarang ini yang tak kunjung terselesaikan, yang mana memang perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat dominan di KalBar. Guna membuka usaha perkebunan di suatu daerah maka diperlukan pula pembukaan hutan untuk diganti menjadi sawit. Hutan-hutan tropis di Kalimantan Barat bukanlah hutan api yang dapat mengeluarkan api pada musim kemarau panjang untuk membakar dirinya sendiri, namun yang terjadi sekarang ini adalah hutan sering terbakar, siapa yang membakar? Tak mungkin monyet, tupai,dkk main korek api di dalam hutan!


MARI kita bersahabat dengan alam sebelum mereka marah dan berbalik menghancurkan kita...ALAM adalah SAUDARA bagi kita semua sebelum segalanya jadi TERLAMBAT, karena PENYESALAN manusia selalu datang belakangan.

Jumat, 02 Januari 2015

Bagian Dalam Gereja Katedral St.Yosep Pontianak

berikut di bawah ini merupakah gambar dari dalam bangunan Gereja Katedral St.Yosep Pontianak





Terima kasih atas bantuan dana pembangunan dan semoga budi baik saudara-saudari mendapatkan balasan dari Allah Bapa. Tuhan Memberkati.

Minggu, 14 Desember 2014

Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak

Gereja Katedral St.Yosep Pontianak dalam cahaya lampu di malam hari


Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis, MH pada hari Jumat tanggal 19 Desember 2014.

Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada para Donatur yang telah turut membantu dalam pengumpulan dana pembangunan gereja terhitung dari tanggal 02 Juni 2011 dan tak terasa sudah berjalan 3 tahunan yang lalu, yang mana total dana terkumpul sebanyak 79 milyar Rupiah termasuk di dalamnya sumbangan para donatur mencapai 30,9 milyar Rupiah.

Tuhan pasti akan membalas segala kebaikan saudara-saudari sekalian sekecil apa pun itu.

Tuhan Memberkati. Amin

Minggu, 01 Juni 2014

Progres Pengerjaan Bangunan Katedral St.Yosep Pontianak

Foto diambil dari depan dan belakang bangunan Gereja Katedral St.Yosep pada hari Minggu tanggal 6 Desember 2014.








Minggu, 09 Maret 2014

Berbagi Kasih Kepada Sesama

Hari ini Metro Tv kembali menanyakan acara yang banyak memberikan inspirasi yaitu 'Kick Andy' yang mana hari ini mengundang dr.Lie A.Dharmawan sebagai bintang tamu, dr.Lie adalah pendiri rumah sakit terapung sekaligus Yayasan Dokter Peduli doctorShare yang mempergunakan kapal barang berjenis pinisi.


Berbagi kasih sepertinya merupakan kata yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan oleh dr.Lie bersama dokter-dokter lainnya serta kru-kru kapal yang sudah berlayar ke banyak pulau di Indonesia untuk membantu banyak sekali saudara sebangsa dan se tanah air yang menderita karena sakit dan tidak mempunyai dana untuk berobat ke dokter apalagi ke rumah sakit. Memang sebuah kenyataan bahwa di negara kita yang begitu kaya dengan sumber daya alamnya, namun masih banyak sekali penduduknya yang hidup miskin sehingga untuk berobat saja jika menderita sakit parah maka mereka tidak akan sanggup membiayai. Kenyataan seperti inilah yang kemudian menggugah hati dr.Lie untuk terjun membantu dengan kasih (karena pasien tidak dipungut biaya alias gratis) kepada orang-orang kecil.

Kasih Kristus adalah kasih yang sempurna bagaikan sungai yang tidak pernah berhenti mengalir dan kasih yang diberikan dr.Lie bersama teman-temannya dalam doctorShare juga merupakan wujud nyata kasih kepada sesama yang demikian Allah kehendaki dari kita semua.

Oleh sebab itu mari kita berbagi kasih bertetapan dengan masa Prapaskah, dengan memberikan dari apa yang dapat kita sisihkan guna membantu kerja nyata dr.Lie melalui rekening doctorShare yang dapat dilihat pada link website.

Kita berharap dengan semakin banyaknya donasi maka semakin banyak pula jiwa yang akan 'tertolong dalam kasih sesama'.   

Minggu, 02 Maret 2014

Gambar Terkini Bangunan Gereja Katedral St.Yosep Pontianak


Gereja dilihat dari samping depan,masih banyak detail yang menunggu proses penyelesaian, bagian terbaru adalah penambahan 2 buah patung burung Enggang dari kayu.













Minggu, 29 Desember 2013

Pesta Keluarga Kudus

Salam Damai
Minggu, 29 Desember 2013

Misa di hari Minggu ini terasa berbeda dan cukup spesial, mengapa? Karena hari ini gereja Katolik merayakan Pesta Keluarga Kudus dari Nazaret. Keluarga Kudus dari Nazaret terdiri dari Yosep,Maria,dan Yesus.

Di Gereja Gembala Baik Pontianak hari ini dalam misa kedua diadakan pembaharuan janji pernikahan secara massal untuk pasangan suami - isteri yang kebetulan hadir.

Walaupun dilaksanakan dalam misa secara sederhana namun sangat membantu para pasutri (pasangan suami isteri) untuk meneguhkan serta membantu mengingat kembali janji nikah yang pernah diucapkan mungkin 10 tahun,20 atau bahkan 30 hingga 40 tahun yang lalu karena banyak yang sudah kakek - nenek. sehingga masing-masing dibawa kembali pada masa pertama kalinya berikrar untuk saling mengasihi dan menyayangi dalam situasi apa pun juga sebagai komitmen bersama untuk membangun sebuah bahtera dan mengarungi samudera kehidupan berumah tangga bersama-sama karena banyak sekali tantangan dan cobaan yang dapat membuat siapa saja jatuh dan menyerah.

Dalam misa pagi tadi pasutri setelah selesai mengucapkan kembali janji nikah, maka masing-masing saling memberikan tanda salib di kening sebagai tanda bahwa dengan kasih Kristus hendaknya pondasi rumah tangga kita didirikan.

Kasih sudah mencakup sikap toleran,sabar,lemah lembut,tidak pemarah,tidak egois,dan sebagainya.

Semoga Tuhan Yesus selalu menyertai kita dengan kasih-Nya dan tinggal 2 hari lagi kita semua akan memasuki tahun 2014 sebagai tahun yang baru - harapan baru.

Selasa, 24 Desember 2013

Merry Christmas 2013

Buat seluruh pembaca yang pernah singgah ke blog ini, admin mengucapkan :


Semoga Kasih dan Damai Kristus senantiasa menyertai kita semua dan mari kita sambut (selalu) Kristus yang datang sebagai Raja di atas segala raja.

Kristus membawa damai bagi semua orang di seluruh dunia.

Sabtu, 07 Desember 2013

Progress Bangunan Gereja Katedral St.Yosep Pontianak

Gambar Gereja Katedral St.Yosep Pontianak di bawah ini diambil pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2013.





Minggu, 22 September 2013

Pembangunan Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak

Kemajuan pembangunan gereja katedral Santo Yosep Pontianak

Menara jam tampak dari depan (jalan Ir.H.Juanda)


Gereja Katedral tampak dari arah Kaisar supermarket dengan patung St.Yosep diletakkan di atas menara jam serta kubah baru di samping yang masih dalam tahap penyelesaian.

Jika Saudara-saudari kebetulan mampir di blog ini dan berminat untuk menyumbang silahkan ke halaman "rekening kasih" untuk melihat nomor rekening pembangunan gereja milik Keuskupan Agung Pontianak.

Sabtu, 14 September 2013

Rumah Retret Shanti Buana di Kabupaten Landak

Jiwa yang tenang dapat lebih mudah menemukan Allah dan suara-Nya yang penuh kasih akan lebih jelas terdengar, namun kehidupan modern seperti sekarang ini apalagi tinggal di kota-kota besar tentu memberikan suasana yang penuh dengan hiruk-pikuk kehidupan dan berbagai persoalan dapat muncul dan sangat mengganggu pikiran dan hati sehingga akan sulit bagi kita untuk menemukan ketenangan jiwa.

Jiwa memerlukan asupan 'makanan' yang tidak berbentuk jadi beda dengan tubuh ini yang memerlukan makanan yang dapat dikecap atau dirasa. Salah satu cara bagi orang Katolik untuk memulihkan kembali jiwa yang gersang dan haus akan kasih Allah adalah dengan mengikuti retret-retret kebangunan rohani dan untuk di Kalimantan Barat ini sudah tersedia Rumah Retret Shanti Buana (artinya Bumi Damai) yang terletak di dusun Bandol desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak (lama perjalanan dari kota Pontianak jika mempergunakan mobil pribadi memakan waktu sekitar 3,5 jam).

Rumah retret di perbukitan dengan pemandangan yang masih asri serta berada dalam satu kawasan dengan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Santo Yohanes dari Salib, dan keberadaannya dikelola oleh para Frater CSE dan Suster Putri Karmel yang kehadirannya disambut penuh antusias oleh masyarakat setempat.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sabtu, 15 Juni 2013

Bangunan gereja katedral St.Yosep

Gambar bangunan gereja katedral St.Yosep Pontianak di bawah ini diambil pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2013.


take by K750i

Minggu, 27 November 2011

Selamatkan kami, selamatkanlah tempat tinggal kami..!

Pembangunan yang mengatasnamakan kepentingan pemerintah untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebagai akibat dari Otonomi Daerah khususnya di Kalimantan Barat sudah tidak lagi memperhatikan faktor-faktor keseimbangan alam dan kelangsungan hidup makhluk ciptaan Tuhan lainnya di alam ini yang juga memiliki hak hidup yang sama, hak untuk tinggal di hutan (rumah) mereka. Namun manusia memang serakah dan tidak mau bersahabat dengan alam ini karena mereka hanya mengutamakan kepentingan pribadi semata walaupun "tampak" atau seakan-akan mereka berjuang atas nama kesejahteraan rakyat miskin yang sebenarnya adalah orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa, tidak berdaya, tidak mengenyam pendidikan tinggi dan akhirnya selalu menjadi korban pembodohan dari sekelompok orang tertentu yang menyebut namanya investor, semua hanya kebohongan belaka.

Baru-baru ini dalam beberapa minggu belakangan dapat dilihat serta dibaca di media cetak lokal (Pontianak post) serta media televisi baik lokal maupun nasional, bagaimana dengan kejam sekali orang-orang utan di Kalimantan Timur yang ada di lokasi salah satu perkebunan kelapa sawit di sana harus dikejar dan diburu untuk dihabisi dengan alasan mereka adalah hama pengganggu.....sungguh sebuah ironi bagaimana mungkin orang-orang utan dapat dikatakan sebagai hama padahal jika mau diterusuri maka sebenarnya yang menjadi hama pengganggu adalah mereka sebagai investor yang membangun perkebunan kelapa sawit dengan merusak hutan, orang-orang utan yang sudah sekian lama tinggal di hutan harus terusik dan terusir sebagai akibat dari hutan - tempat tinggal mereka dirusak dan diganti dengan hutan perkebunan kelapa sawit.....yang menjadi pertanyaan: "ke mana lagi mereka harus tinggal?" Coba bayangkanlah hai manusia-manusia serakah jika apa yang terjadi pada orang-orang utan yang tidak bersalah itu terjadi pada anda dan keluarga anda........!?

Apa yang telah terjadi di Kalimantan Timur hanyalah sebagian kecil kasus yang membuktikan betapa jeleknya akibat dari ekspansi perkebunan kelapa sawit di bumi Kalimantan ini (memang tidak semua perusahaan bertindak sama), namun jika dilihat secara umum memang sangat merugikan bukan saja pada alam ini namun juga masyarakat dan generasi penerus karena tidak menutup kemungkinan jika ijin-ijin perkebunan terus direkomendasikan oleh Bupati-bupati maka jangan heran tidak ada lagi hutan di bumi Kalimantan ini. Telah begitu banyak program dari pemerintah seperti menanam sejuta pohon dan sebagainya namun perlu diingat bahwa tingkat kehancurannya lebih cepat dibandingkan dengan penanaman kembali hingga pohon dapat tumbuh dewasa untuk mampu menyejukkan alam ini.

Koran Pontianak Post tanggal 26 November 2011 juga menuliskan bagaimana kondisi tempat wisata bukit Kelam yang ada di kabupaten Sintang memang sudah dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit...Sepertinya kabupaten Sintang tidak bisa mengelak lagi jika dijuluki sebagai kabupaten sawit, karena dari 14 kecamatan yang ada di kabupaten Sintang sudah terdapat sawit. Termasuk daerah wisata andalan Sintang yang berada di kecamatan Kelam Permai.....bahkan pemandangan yang dulunya indah karena disekelilingnya masih terdapat hutan belantara kini berubah menjadi pemandangan sawit yang terbentang. (Pontianak post, Sabtu, 26 November 2011) 

Sumber Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Kalimantan Barat juga memaparkan bahwa perkebunan kelapa sawit sering menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat.....Pemicu konflik hampir serupa. Kurangnya sosialisasi dan transparansi dalam pengambilalihan lahan. Kemudian kekecewaan masyarakat yang merasa akibat diingkari. Janji perusahaan untuk mensejahterahkan masyarakat tidak terbukti....(Pontianak post, Sabtu, 26 November 2011).

Pemerintah baik pusat maupun daerah hendaknya lebih bijak lagi untuk memberikan kesempatan kepada investor yang akan menanamkan modalnya di bumi Kalimantan karena kekayaan alam berupa hutan tidaklah sepatutnya dijual untuk diganti dengan tanaman monokultur seperti kelapa sawit. Tanaman karet sebenarnya jika mau dioptimalkan fungsinya atau pemanfaatannya tentu juga akan sangat membantu ekonomi masyarakat karena memang selama ini masyarakat yang tinggal di kampung-kampung yang tersebar di Kalimantan Barat banyak yang menjadikan produk karet sebagai komoditi untuk menunjang kehidupan mereka sehari-hari selain menanam padi. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya konflik karena masyarakat lebih tertarik dengan karet daripada sawit dan mereka tentunya menolak jika lahan mereka harus digusur dan dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.

Tuhan memberikan kepada kita alam ini bukan untuk dirusak namun dipergunakan sebagaimana mestinya dan dijaga kelangsungan hidupnya demi generasi yang akan datang, karena suatu hari nanti jika alam ini tidak lagi mau bersahabat dengan manusia-manusia serakah....percayalah tidak ada yang dapat menolong selain yang di Atas...(begitu potongan bait lagu yang dinyanyikan Ebiet G.Ade).    

TOLONG SELAMATKANLAH KAMI DAN HUTAN (RUMAH) KAMI DARI KEHANCURAN...KARENA KAMI TIDAK PERNAH MEMUSUHI MANUSIA DAN KAMI ADALAH CIPTAAN TUHAN JUGA.....! kami hanya bisa memohon dan mengadu kepada alam kepada Tuhan Sang Pencipta.

PLEASE SAVE US AND OUR FORESTS (HOME) FROM DESTRUCTION ...! BECAUSE WE NEVER FIGHT AGAINTS YOU AND WE ARE ALL FROM THE SAME CREATOR.....IS ALL MIGHTY GOD.!

Senin, 05 September 2011

Jalan-jalan ke kota Kuching - Malaysia dari Pontianak

senja di water front city Kuching
Bagi saudara-saudari sekalian yang berasal dari luar Kalimantan Barat dan berminat untuk pergi ke Kuching ada baiknya simak beberapa tips di bawah ini :

HIMBAUAN!

  • Jika anda ingin cepat dan nyaman tidak ada salahnya mempergunakan jasa penerbangan, memang harga tiket pesawat lebih mahal namun perjalanan hanya sekitar 30 menit.
  • Hindari CALO, ya anda sebaiknya menghindari calo yang beroperasi di terminal bis antar negara untuk mencegah hal-hal yang tidak berkenan.
  • Jika tidak paham dan belum pernah ada baiknya manfaatkan jasa tour & travel karena paket tour ke Kuching tidaklah mahal selain itu anda lebih nyaman dan tidak perlu was-was.

Nama Kuching bagi warga Kalimantan Barat khususnya memang tidak asing lagi, karena setiap harinya selalu ada begitu banyak warga masyarakat yang berkunjung ke sana dengan berbagai tujuan, mulai dari keperluan bekerja sebagai TKI, melanjutkan studi, keperluan bisnis, wisata, hingga keperluan mendesak seperti medical check up, dan lain sebagainya. Kota Kuching terletak di negara bagian Sarawak - Malaysia  dan karena letak geografisnya masih satu kepulauan dengan Kalimantan, maka waktu perjalanan yang diperlukan tidaklah begitu lama, hal ini didukung dengan sarana dan prasana yang sudah memadai dan untuk melakukan perjalanan dari kota Pontianak cukup dengan membeli tiket bis antar negara yang cukup banyak sekali tersedia di Pontianak dengan harga tiket bis sekitar Rp.165.000,- sekali jalan sedangkan dari Kuching harga tiket mulai dari RM.50.
Agen-agen bis (agen tiket) antar negara yang ada di kota Pontianak terdiri dari :
  • Bis Damri  (Jl.Pahlawan - Pontianak)
  • Bis SJS (Jl.Sisingamangaraja - Pontianak)
  • Bis Eva (Jl.Sisingamangaraja - Pontianak) Pontianak - Sarawak - Brunei - Kinabalu
  • Bis Sri Merah, Sapphire Pacific express, Kirata express (Jl.Sisingamangaraja - Pontianak)
  • Bis Asia, Tebakang (Jl.Diponegoro - Pontianak)
  • Bis ADBS (Jl.Tanjungpura - Pontianak)
  • Bis ATS ekspres (Jl.Pahlawan - Pontianak) samping Panin bank atau seberang jalan hotel Garuda
  • Bis Bintang Jaya ekspres (Jl.Tanjungpura - Pontianak)
Harga tiket berbeda-beda sesuai bis dan biasanya berkisar antara Rp.160.000,- hingga Rp.165.000,- (untuk Pontianak ke Kuching). untuk mengetahui agen resmi penjualan tiket bis ke Kuching silahkan klik di sini

Sekarang ini warga Pontianak juga sudah banyak yang mempergunakan jasa penerbangan Pontianak - Kuching memang lebih mahal tetapi hemat waktu perjalanan karena hanya sekitar 20 menit sudah sampai di airport Kuching, dengan harga tiket yang dilayani maskapai MASwings sebanyak 7 kali dalam seminggu dengan harga sekitar Rp.626.000,- belum termasuk airport tax.

Hal ini menjadi pilihan karena untuk perjalanan darat memakan waktu sangat lama selain itu juga faktor keamanan di border yang menjadi sorotan, karena sudah banyak sekali pengalaman yang kurang enak dialami para wisatawan yang mempergunakan jalur darat baik urusan bagasi di dalam bis sampai permainan sewaktu cap pasport yang disinyalir ada unsur kerjasama antara oknum imigrasi Indonesia dengan para preman di border Entikong. demikian diharapkan agar berHATI-HATI jika ingin mempergunakan jalur darat.

Perjalanan menggunakan bis dari Pontianak saat sekarang ini sudah tersedia 2 (dua) rute, yaitu:
  • Jalur I : Pontianak - Kab.Pontianak - Kab.Landak - Kab.Sanggau (Entikong)
  • Jalur II : Pontianak - Kab.Kubu Raya - Kab.Landak - Kab.Sanggau (Entikong)
  • Jalur III : jalur penerbangan luar negeri melewati bandara udara Supadio
  1. Jalur I membutuhkan waktu tempuh sekitar 7 jam lamanya, dan kita akan sampai pada pintu gerbang PPLB (Pos Pemeriksaan Lintas Batas) di Entikong (kab.Sanggau) yang berbatasan dengan daerah Tebedu (Sarawak - Malaysia) setelah cap paspor perjalanan dilanjutkan hingga sampai ke kota Kuching dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Hingga kini PPLB Entikong merupakan jalur yang paling banyak dilalui untuk sampai ke Kuching dari beberapa pos perbatasan yang ada di Kalbar seperti Aruk - Biawak (kab.Sambas), Jagoi Babang (kab.Bengkayang),dan Nanga Badau - Lubuk Antu (kab.Kapuas Hulu).
  2. Jalur II merupakan jalur baru (alternatif) yang melewati jalan trans Kalimantan dengan waktu tempuh sekitar 5 jam untuk sampai ke PPLB Entikong. Jalur baru ini belum banyak dipergunakan untuk sampai ke Entikong, namun karena jaraknya yang lebih dekat sudah mulai dilirik. 

Kuching dapat menjadi daerah tujuan wisata buat jalan-jalan bagi kita yang ingin pelesiran ke luar negeri namun dengan ongkos yang lebih terjangkau, apalagi bagi para backpaker tentu sangat menyenangkan. Jika tidak ingin menginap di hotel, kita dapat mencari tempat penginapan seperti tempat kost, maupun losmen dengan harga murah dan sangat terjangkau dengan fasilitas seperti AC, wifi, Tv kabel, dan sebagainya. Tarif sewa kamar harian rumah kost di Kuching terbilang cukup murah jika dibandingkan harus menginap di hotel tentunya karena untuk 1 (satu) malam hanya perlu membayar antara Rp.85.000,- s/d Rp.100.000,- (30 - 40 RM).
patung kucing sebagai landmark

Dari Kuching dapat juga melanjutkan perjalanan ke Sabah (Malaysia),Kinabalu,Kuala Lumpur,dan hingga ke negara Brunei Darusalam. Kuching memang bukan kota metropolis namun sebagai sebuah kota tetap mampu memberikan rasa nyaman dan damai bagi masyarakatnya maupun para wisatawan. Taman-taman kota yang bersih dan asri karena tingkat polusi udaranya tidak tinggi sehingga menjadikannya sebuah daerah tujuan wisata yang jangan sampai dilewatkan apalagi tanpa perlu mengeluarkan biaya perjalanan yang menguras isi kantong kocek kita. 

AddThis

Populer